©..Putri Pematang Siantar..© J.N.H™

Pages

  • Beranda

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Followers

Blog Archive

  • ►  2013 (5)
    • ►  Mei (5)
  • ▼  2012 (1)
    • ▼  Desember (1)
      • INTERAKSI TANAMAN DENGAN TANAH
Sabtu, 08 Desember 2012

INTERAKSI TANAMAN DENGAN TANAH


Nama            : Juwita Noventina Hutajulu
NPM             : E1J011039
M.K             : Dasar-Dasar Agronomi



INTERAKSI  TANAMAN DENGAN TANAH
Langsung atau tidak langsung semua kehidupan bergantung kepada tanah. Sebagaimana besar unsur hara yang diperlukan tubuh mekhluk hidup berasal dari tanah. Jadi, tanah merupakan sumber unsur semua kehidupan. Tanah yang subur adalah tanah yang kaya unsur hara serta cukup kandungan airnya. Tanah subur sangat berguna bagi kehidupan tumbuhan karena tumbuhan hanya dapat menyerap hara yang terlarut dalam air.
Tumbuhan merupakan komponen biotik lingkungan yang mampu mengambil hara tanah dan mengubahnya menjadi zat yang dapat digunakan oleh kehidupan lainnya. Oleh karena itu, kesuburan tanah sangat meenentukan jenis tumbuhan yang hidup di atasnya. Jenis tumbuhan yang hidup di atasnya akan menentukan jenis hewan yang mampu berkembang di dalam lingkungan. Untuk menjaga tanah agar tetap subur, antara lain kita harus mencegah terjadinya erosi. Tanah yang terkena erosi akan terkikis permukaanya. Padahal, bagian yang terkikis itulah yang mengandung hara yang sangat diperlukan organisme.

Tidak berbeda dengan makhluk hidup yang lainnya, tanaman dapat tumbuh dan berkembang bila ada tanah, air, dan udara. Tanaman dapat tumbuh dengan sangat baik apabila tanah yang ditanami dalam keadaan baik, yaitu :
- Mudah dikerjakan
- Memberi kesempatan bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang
- Mngandung unsur hara
- Memungkinkan terjadinya proses sirkulasi air dan udara
- mempunyai tingkat kelembaban yang cukup
Tanah mudah dikerjakan apabila tanah tersebut merupakan aluvial atau hasil pelapukan, sehingga tidak keras dan tidak banyak mengandung batuan. Dengan keadaan tanah yang tidak keras maka akan memungkinkan akar dapat tumbuh dan berkembang. Agar tanah mengandung unsur hara, maka tanah harus memiliki pori tanah untuk menyimpan unsur hara. Pori tanah juga bermanfaat untuk menyimpan butir air dan menjaga kelembaban tanah. Pori tanah tidak selalu dan tidak semuanya berisi air, melainkan sebagian berisi udara yang diperlukan bagi kehidupan tanaman, khususnya agar akar tanaman tidak busuk ( khusus bagi tanaman yang tidak tahan genangan air ).

Didalam pengairan, yang perlu diperhatikan adalah kapasitas lapang dan titik layu permanen. Karena, diantara dua keadaan tersebut terdapat air yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kapasitas lapang adalah kapasitas maksimum air kapiler yang dapat ditahan di zone perakaran pada keadaan letak muka air tanah cukup dalam sehingga air tidak dapat ditarik ke zone perakaran.

Titik layu permanen adalah suatu keadaan dimana jumlah lengas pada keadaan tanaman menjadi layu pertama kali. Keadaan ini memberi indikasi bahwa tanaman perlu tambahan air sesegera mungkin.

Disamping  sebagai  tempat  tegaknya  tanaman,  tanah  juga mensuplai unsur hara esensial yang diperlukan oleh tanaman kecuali CO2 dan O2 yang berasal dari atmosfer.  Interaksi antara  fase padatan dan cairan dalam mensuplai unsur hara esensialdari  tanah ke  akar tanaman, diabstraksikan dalam Gambar 1.1.   Secara umum  telah  disepakati bahwa tanaman  menyerap  sebagian  besar haranya  secara  langsung dari larutan tanah, maka  komponen  ini akan menjadi fokus pembahasan.  Konsentrasi larutan tanah  selalu encer,  jarang yang melampaui 10 mM kecuali pada kondisi  saline.  Larutan  tanah berada dalam kondisi kesetimbangan dinamik  dengan fase  padatan  tanah yang mencerminkan cadangan  hara.  


Description: Image of plant; arrows show organic contaminants moving from roots, through plant, to leaves; to air.








FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN HARA BAGI TANAMAN
Ketersediaan hara bagi tanaman ditentukan oleh faktor-faktor yang  mempengaruhi  kemampuan tanah mensuplai  hara  dan faktor-faktor  yang  mempengaruhi kemampuan  tanaman  untuk menggunakan unsur hara yang disediakan. 
Tujuan dari uji-tanah adalah  mengu­kur faktor-faktor  ini  dan  menginterpretasikan  hasil-hasilnya dalam  konteks  perlakuan penyembuhan  yang  mungkin diperlukan.
 Beberapa faktor dapat ditentukan melalui pekerjaan analisis laboratorium. Sedangkan,
 faktor lainnya seperti kandungan oksigen-udara -tanah, suhu tanah dan lainnya, harus ditentukan di lapangan.
Kondisi  pH tanah merupakan faktor penting  yang menentukan kelarutan unsur  yang  cenderung berkesetimbangan dengan  fase padatan
Faktor lain yang sangat penting dalam menentukan konsentrasi hara dalam larutan tanah adalah potensial redoks (Eh).  Faktor ini berhubungan dengan keadaan aerasi  tanah  yang selanjutnya sangat tergantung pada  laju respirasi  jasad renik  dan laju difusi oksigen
Faktor-faktor  tanah  yang  mempengaruhi  kemampuan tanaman menyerap hara adalah:

1).           Konsentrasi  oksigen dalam udara tanah.  Energi yang diper­lukan untuk serapan hara berasal dari proses respirasi dalam akar tanaman.   Untuk  semua  tanaman akuatik  ternyata proses respirasi ini tergantung pada suplai  oksigen   dalam udara  tanah.  Oleh  karena itu aerasi  yang  buruk  akan menghambat  proses penyerapan unsur hara (Grable,  1966) disamping mempengaruhi tingkat oksidasi beberapa macam unsur hara.
(2).         Temperatur  tanah.  Penyerapan  unsur  hara berhubungan dengan aktivitas metabolik yang selanjutnya sangat  tergan­tung pada suhu.  Konsentrasi hara dalam larutan tanah  yang lebih  besar  seringkali diperlukan  untuk  mencapai   laju pertumbuhan  maksimum  dalam kondisi  tanah  dingin   dibandingkan  dengan tanah-tanah yang hangat. Hal  ini  telah terbukti dengan unsur hara P (Sutton, 1969).
(3). Reaksi-reaksi antagonistik yang mempengaruhi serapan hara. Walaupun konsentrasi hara pada permukaan akar dapat menjadi faktor paling  kritis yang mempengaruhi laju serapan hara  pada kondisi lingkungan normal, reaksi-reaksi antagonistik di antara ion-ion juga dapat menjadi penting.  Kurva baku respon hasil tanaman terhadap penambahan unsur hara  tunggal  mula-mula menunjukkan  daerah respon  pertumbuhan,  kemudian daerah  hasil maksimum yang mendatar, dan  akhirnya zone depresi hasil kalau konsentrasi mendekati tingkat toksik. 
(4).         Substansi  toksik. Suatu substansi yang mengganggu proses metabolisme tanaman juga dapat mempengaruhi serapan  hara.  Substansi  toksik seperti ini di antaranya adalah  konsentrasi Mn atau Al yang tinggi dalam tanah masam, konsentrasi garam terlarut  yang sangat tinggi, jumlah B yang berlebihan,  dan lainnya. 
Diposting oleh Unknown di 05.34
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 ©..Putri Pematang Siantar..© J.N.H™ |